Cerpen~Dia yang Istimewa
“ Dia yang Istimewa ” Belajar menjadi seorang guru tentulah tidak mudah bagi seorang mahasiswa yang masih mengenyam bangku kuliah ketika dosen menuntutnya terjun ke lapangan untuk praktik mengajar. Ada rasa grogi atau gugup bahkan situasi yang aneh ketika berhadapan dengan wajah-wajah polos tanpa dosa. Seperti yang saya rasakan ketika berhadapan dengan mereka yang menyambut saya dengan riang gembira di depan gerbang sekolah. Mereka yang tanpa malu dengan ingus di pipinya, berlepotan makanan di bibirnya ia tetap tersenyum bergelayut manja khas anak Sekolah Dasar. Anak-anak dengan karakter yang berbeda-beda. “Ada Bu guru baru ! Ada Bu guru baru !“ Teriakan dari salah seorang siswa yang membuat saya terkejut ketika memasuki ruangan kepala sekolah. Dengan perasaan yang campur aduk antara malu dan belum siap untuk duduk Bu Tini segera menghadiahkan segelas air putih. Beliau sepertinya tahu apa yang saya rasakan. “Jangan canggung, nanti kamu akan terbiasa kalau sudah lama disini, a...