Puisi ~ Arti Sebuah Atap
“Arti Sebuah Atap”
Ketika menengadahkan kepalamu sepuluh sentimeter saja
Taukah betapa terpuruknya manusia itu ?
Ia tidak bisa hidup tanpa pelindung
Kulitnya sangat sensitif
Begitupun otaknya yang disebut-sebut adalah bentuk
kesempurnaan dibanding binatang
Kayu,
bambu dan tanah liat yang membentang melindungi rambut
Tidakkah
berpikir itu lucu ?
Kau
sendiri membayangkan keluargamu dibawah terik panas lugu dagumu berkerut
Lalu bagaimana dengan bata yang mengelilingi
seolah memeluk ragamu yang mati saat terlelap tidur tanpa alaspun kau mampu ?
Tanpa atap ragamu kaku
Lekaslah buktikan agar kau tahu
Semahal apa pakaianmu akan mencari atap untuk
berteduh
Semewah apapun kendaraanmu kau akan mencari
atap ketika lelah
Tonjong, 11 Desember 2018
Komentar
Posting Komentar