Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Song Fiction/ Shawn Mendes

SONG FICTION Naskah ini sudah pernah saya ikutkan lomba di DSPI dalam event menulis Song Fiction. dan menjadi naskah terbaik di DPSI. Kali ini saya akan membagikan sebagai kenang-kenangan menulis Song Fiction untuk pertamakalinya. Happy reading Guys!!! Nama Penulis              : Ela Nuraeni Fajarwati Judul Cerita                : Datanglah Kasih, Aku Menunggumu Lagu Inspirasi            : Shawn Mendes_Treat You Better Isi                                 : I Wont lie to you I know he’s just not right for you And you can tell me if i’m off But, i see it on yout face When you say that he’s the one that you want And you’re spendin...

Puisi- Malam Ramadhan

Ramadhan sebentar lagi izinkan saya menuliskan sebuah puisi untuk menyambut kedatangan bulan yang penuh kemenangan ini.  saya sebagai muslim tentu sangat sangat menunggu bulan penuh ampunan ini.   SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA “Malam Ramadhan”   Luruh air mata mencumbu sajadah Sepertiga malam meniti lekuk diri Bagaimana jika dosa memakan tubuh kurus penuh pilu ? Magfirah Allah dibulan ramadhan ini Berharap berlipat-lipat menggugurkan kekangannya Biarpun dingin menikmati curahan hati sang pemilik raga Menyampaikan bait-bait renjana pada sang maha Esa Ditengah bulan suci yang hadir Menenggelamkan manusia berlomba-lomba mencari hikmah Kala fajar menyingsing sampai senja hilang oleh kumandang azan  Lantunan ayat suci memeluk malam Menemani dalam rapalan do’a-do’a di sepertiga malam Butir-butir zikir tak lelah berotasi Mengiringi detik jarum jam menelusuri angka-angka Sampai laksana sahur menyapa

Puisi_ Potret Luka Hari

Keluarga adalah rumah, kamu mampu bercerita banyak tentang masalah, kamu berteduh dengan nyaman tanpa rasa takut. Ada ayah dan ibu mungkin lengkap lagi ada kakak, adik maupun dirimu sendiri membuat suatu ikatan kenyamanan, keharmonisan dan kasih sayang untuk saling mengingatkan. Maka bagaimana jika keluarga itu hanya sebuah pemicu kesengsaraan, pemicu kesedihan berhari-hari tanpa kamu bisa menghilangkannya atau sejenak melupakan. Lantas bagaimana hari-hari itu memandangmu dengan ketidaksukaan, ia menangis menyaksikanmu tersedu, ia benci melihatmu hanya menekuk lutut dipagi sampai malam hari lantas punggungmu terisak tak ingin beranjak kemanapun seperti tengah memikul beban berat.   Puisi ini bercerita tentang luka hari yang menyaksikan kepedihan manusia berhari-hari selama masih bernyawa, dan kesedihan kali ini akan menyaksikan sebuah perpisahan tanpa alur yang baik, perpisahan yang membawa duka bagi manusia lain. Perpisahan yang mensejajarkan ketidakdewasaan dan kebencia...