Puisi~ Percakapan Kita Setelah Badai
“Percakapan Kita Setelah Badai“ Tuhan mendengar rintihan yang terlantun dengan hati Amin serius yang menantang langit Menyisakan kepingan-kepingan klise aku mencintaimu Aku berdiri menanti dipelabuhan Menanti kapal berlayar mengarungi haru biru keberuntungan Mengibar bendera pelangi membimbing monologku Pilu palsu dan badai kini bersatu Dari lahir yang berjarak kaku Aku melantunkan syair damai Dari mula tak kenal kini berdiri berdampingan Tak pernah kubayangkan betapa rancunya bisa memilih Inilah keberuntunganku wahai Hawa sang manusia pemilik cinta pertama Tak terhitung kata cinta yang bisa aku ungkap Pura-pura lupa fana Aku terlalu yakin untuk menerjang kebebasan Kamu menunduk pelan menguatkan kekhawatiran Mari hidup bersama menembus terang meski ditengah liar halilintar Rehat menghilangkan suntuk sejenak sambil berterima kasih Aku mencoba mengerti kerautan didahimu Dulu kita bisa saja memilih orang lain Untuk mengisi kekosongan rasa sedih Tapi ter...