Covid-19
Tulisan ini akan Saya ingat nanti ketika cerita bumi kita hari ini sudah usai, tentang Virus yang menyebarluas keberbagai penjuru dunia. Keramaian adalah hal yang dihindari saat ini, anak-anak sekolah berhari-hari hanya berlindung dibawah atap rumahnya untuk melakukan aktivitas belajar, sistem daring dan belajar online diterapkan dimana-mana. pemerintah beramai-ramai mengeluarkan kebijakan untuk warganya agar bersosial distancing menyelematkan diri di dalam rumah, LOCKDOWN !! lantang mereka, imbasnya adalah kondisi perekonomian semakin sulit. rintihan masyarakat menegah bawah yang paling serius, bagaimana hanya berdiam diri saja ketika kebutuhan sehari-hari lebih penting dari sekedar rebahan. Alhasil mereka tetap berprinsip untuk melakukan aktivitas seperti biasa tanpa menghiraukan tantangan yang begitu sulit.
Semangat untuk kita semua menghadapi virus korona atau Covid-19, semoga tetap dilindungi Allah dan lekas pergi dari bumi kita Indonesia. Go Corona !!!
Saya akan menuliskan puisi yang berjudul "Rintihan Bumiku " yang menceritakan keadaan saat ini, yang semoga menambah semangat untuk tetap menjaga diri, menjaga keluarga kita dan menjaga semua masyarakat Indonesia.
......
Rintihan Bumiku
Karya: Ela Nuraeni Fajarwati
Disebrang segerombolan kaum merintih
Sebuah perahu mendayung lambat
Tergopoh-gopoh berkelakar dengan mesinnya
Setelah tiba disana hanya anjuran kertas yang berterbangan ke telinga
Kami butuh dokter ! teriak mereka mendominasi udara
Putaran bumi semakin cepat
Mereka tak mampu menahan sedetik saja untuk terlelap
Mata, telinga dan rasa yang tak bisa lepas
Bagaimana caranya untuk menghentikan virus itu menjinak
Menenangkan bayi yang tengah mencari ibunya terbaring diruang isolasi
Pedagang asongan menenteng dagangannya berat
Keringat terkucur tak mendapat sesuap nasi
Tukang becak menatap sayu sepedanya yang tak bertugas
Demi keselamatan nyawa mereka merintih pula
Dokter dan perawat berjuang bertaruh nyawa
Sedemikian pilu cerita 2020
Mengurung diri adalah obat mujarab
Ruang sosial tak lagi terbuka
Silaturrahmi tak lagi menggema
Tapi menjaga diri adalah pilihan purna
Maret 2020
Komentar
Posting Komentar