Puisi~ Ragu
Deretan angka yang berjajar menatap pilu
Laser mata kosong membisu
Jangkauan yang begitu lihai tak berpihak pada tanganku
Meski hanya satu senti jarak kamu dan aku
Aku buta melihat perasaanmu membeku
Aku masih dalam keraguan
Menuntun raga yang tak jauh mengenaskan
Hanya sekedar menopang dagu
Aku tak bisa bertanya dengan diriku
Mengapa rasanya angin membenci sekali
Tali mengikatku kencang
Membuatku sakit hanya menanggalkan tangan
Hatiku tersayat akan cerita kelam
Malu rasanya hanya sekedar menghirup oksigen
Apa kamu bisa menerimaku lapang ?
Maret 2020
Laser mata kosong membisu
Jangkauan yang begitu lihai tak berpihak pada tanganku
Meski hanya satu senti jarak kamu dan aku
Aku buta melihat perasaanmu membeku
Aku masih dalam keraguan
Menuntun raga yang tak jauh mengenaskan
Hanya sekedar menopang dagu
Aku tak bisa bertanya dengan diriku
Mengapa rasanya angin membenci sekali
Tali mengikatku kencang
Membuatku sakit hanya menanggalkan tangan
Hatiku tersayat akan cerita kelam
Malu rasanya hanya sekedar menghirup oksigen
Apa kamu bisa menerimaku lapang ?
Maret 2020
Komentar
Posting Komentar